Coca-Cola Hanya Berhasil Menjual 25 Botol di Tahun Pertamanya
Siapa yang tidak tahu dengan brand Coca cola, apalagi setelah brand yang satu ini selalu disebut brand milik warren buffett. Saat ini, The Coca-Cola Company menghasilkan lebih dari $15 juta keuntungan murni setiap harinya, walaupun merugi di tahun pertamanya.
Jangan terkejut dengan nominal keuntungan yang didapatkan di atas, tapi ketahuilah prosesnya sebelum hasilnya. Seringkali orang lupa melihat ke dalam prosesnya, dan hanya memikirkan hasilnya saja, padahal proses adalah bagian terpenting dari segala hal yang ada.
Jauh sebelum sesukses sekarang, coca cola punya cerita inspiratif yang mungkin selalu ada dalam buku entrepreneurship yang memberikan cerita khasnya, bahwa misi mereka membuat mereka bisa jadi seperti sekarang ini. apa itu?
Waktu awal mula sejak awalnya hanya merupakan perusahaan kecil-kecilan di mana, Coca-Cola Hanya Berhasil Menjual 25 Botol di Tahun Pertamanya. Bagaimana mereka bisa yakin, bahwa dalam 1 tahun kedepannya mereka masih belum menyerah?
Meski demikian, keyakinan memberikan jalan yang telah telah menjadikan Coca cola sebagai raja minuman ringan yang bukan hanya menguasai pasar di Amerika Serikat (AS), tapi menguasai pasar di dunia dengan membuka pabrik-pabrik skala internasional, termasuk di antaranya dilakukan di Indonesia.
Ada sebuah kunci rahasia dari yang telah disebutkan dalam kutipan bagaimana coca-cola berhasil dengan ceritanya, mereka “Tidak Pernah Menyerah” awalnya mereka memang membuka usaha kecil, tapi mereka punya misi besar hingga suatu ketika, mereka bertemu dengan partner baru hingga terjalin kerjasama yang menjadikan coca-cola bisa sebesar sekarang, mereka punya strategi pemasaran yang jenius, selalu khas dengan misi sosial yang menjadikan coca cola menjadi sebuah brand center minuman kelas dunia. Seperti campaign “Buka Semangat Baru” dengan menggandeng artis dan juga video klip yang bertemakan inspirasi, cara pemasaran yang mungkin sangat khas seperti berbagi kebahagiaan disebuah angkutan umum, dari semua itu mereka tidak memfokuskan diri untuk menjual minuman, jauh dari itu mereka menceritakan misi mereka.
Sekarang Coca-Cola secara luas dianggap sebagai merek terbesar di dunia – namun memiliki kesamaan dengan startup terkecil sekalipun: dimulai dengan hanya ide. Bagaimana menerapkan kisah inspiratif Coca-Cola untuk bisnismu sendiri?
Apakah kamu siap membangun bisnis menjadi sebesar Coca-Cola? Apabila kamu kemudian membutuhkan jasa pengelolaan media sosial instagram untuk meningkatkan branding dan bisnismu, maka Oesman Solution dapat menjadi solusi dan membantumu.feb.